|
Harga emas pada perdagangan pasar forex malam tadi terpantau kembali mengalami kenaikan, hingga posisi $1.1654,85 per troy ounce.
Harga emas mengalami kenaikan di New York setelah sebelumnya berada di level harga terendah dalam hampir tiga bulan. Kenaikan ini dipicu oleh kembali menguatnya permintaan emas.
Emas berjangka untuk pengiriman Desember naik 60 sen menjadi US$1.162,40 pada pukul 1:56 p.m. di Comex, New York. Tahun ini emas telah naik sebanyak 6% dan sempat menyentuh rekor harga US$1.266,50 per ounce pada 21 Juni lalu.
Lusa Kemarin harga emas sempat mengalami penurunan signifikan dalam tiga minggu. Emas terkoreksi hingga posisi $1.157, per troy ounce, seiring dengan menguatnya harga saham global yang menghapus permintaan emas batangan sebagai investasi alternatif. UBS AG mengatakan permintaan fisik untuk emas dari konsumen India, China, dan sejumlah kawasan Asia masih sangat nyata setelah harga mengalami penurunan minggu ini.
Sejumlah analis mengungkapkan penurunan harga emas akan menarik bagi penjual perhiasan dan konsumen di India.
"Penurunan harga saat emas ini mungkin hanya bersifat sementara," tulis Eugen Weinberg, kepala penelitian barang komoditas di Commerzbank AG, dalam laporannya kemarin. "Ada beberapa hari besar keagamaan di akhir Agustus ini di India [negara konsumen emas terbesar dunia] yang mungkin mendorong permintaan [emas]," jelasnya.
Emas pada perdagangan dipasar forex pagi ini terpantau diperdagangkan dikisaran harga $1.165,00 per troy ounce, sedikit mengalami rebound setelah pada penutupan pasar New York dini hari tadi diakhiri dilevel $1.163,05..
Sementara perak untuk pengiriman September turun 18,5 sen atau 1% menjadi US$17,441 per ounce di Comex, New York.
Platinum berjangka untuk pengiriman Oktober naik US$5 atau 0,3%m dan ditutup pada US$1.541, 70 per ounce pada 1:45 p.m. di New York Mercantile Exchange.
Kontrak paladium untuk pengiriman September naik US$2,20 atau 0,5% menjadi US$468,75 per ounce pada pukul 1:30 p.m. di Nymex, New York.
|