Loading...
Log in
A A A
Home Trading Berita Currency Yen Jadi Alternatif Investasi Saat US$ Melemah
Yen Jadi Alternatif Investasi Saat US$ Melemah PDF Print E-mail
Currency
Thursday, 29 July 2010 10:32

Yen_dihitungMata uang yen naik untuk hari kedua terhadap euro dan dolar AS yang terimbas oleh sejumlah pertanda tengah melambatnya pemulihan global yang meningkatkan permintaan mata uang Jepang ini sebagai investasi perlindungan.

Yen tengah menguat terhadap 16 mitra utamanya yang terpicu oleh merosotnya saham Asia sebelum sejumlah laporan memperkirakan masih melambatnya pertumbuhan ekonomi AS dan keyakinan pada manufaktur Eropa yang masih tetap negatif.

Dolar Selandia Baru merosot untuk hari ketiga setelah bank sentral mengatakan bahwa prospek yang semakin memburuk untuk pertumbuhan akan memperlambat laju kenaikan suku bunga di masa mendatang.

"Karena pertumbuhan ekonomi di AS dan Eropa telah kehilangan momentumnya, maka dampak negatif kemungkinan menjangkiti wilayah lainnya," jelas Soichiro Mori, seorang GM di FXOnline Japan Co., perusahaan margin-trading yang berbasis di Tokyo. "Mata uang sensitif pertumbuhan diprediksikan turun terhadap yen."

Yen naik menjadi 113,24 euro pada pukul 10.20 pagi di Tokyo dari level 113,66 di New York kemarin saat naik 0,5%. Mata uang ini naik menjadi 87,23 per dolar dari level 87,47, setelah sempat menanjak menuju level 86,27 tertanggal 16 Juli, yang merupakan level terkuat sejak 1 Desember lalu. dolar AS berada pada level harga US$1,2983 per euro dari level sebelumnya yaitu US$1,2995.

"Bukti lebih lanjut dari lesunya momentum pertumbuhan AS membebani sentimen pasar," kata Mike Jones, ahli strategi mata uang di Bank Ltd Selandia Baru di Wellington. "Dengan latar belakang ini, mata uang 'safe haven' seperti yen dan dolar AS yang cenderung mengungguli terhadap pertumbuhan mata uang yang sensitif 'seperti Australia, Selandia Baru dan dolar Kanada."


Yen biasanya menguat beberapa kali saat terjadinya gejolak keuangan karena surplus perdagangan Jepang membuat mata uang ini menarik berarti negara tidak harus bergantung pada pemberi pinjaman luar negeri.

Yen telah meningkat 11% tahun ini terhadap mitra negara maju nya, yang merupakan peraih terbesar di kelompok tersebut, menurut Bloomberg Correlation-Weighted Currency Indices. Sementara itu, euro telah merosot 7,6%, dan dolar AS telah menguat 3%. (B.I)

Last Updated on Thursday, 29 July 2010 10:35
 
© 1999-2010 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.