Loading...
Log in
A A A
Home Trading Berita Fundamental Bursa Tokyo Ditutup Turun
Bursa Tokyo Ditutup Turun PDF Print E-mail
Fundamental
Thursday, 29 July 2010 15:34

BursahamSebagian besar pasar saham di Asia mengalami koreksi, setelah bukti baru dari pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) lambat, sehingga investor kembali cemas atas pemulihan ekonomi global nantinya.

Seperti dikutip dari Associated Press, Kamis (28/7/2010), Federal Reserve (The Fed) mengatakan pertumbuhan ekonomi di AS stabil selama musim panas di beberapa kota, namun melambat di daerah yang lain seperti di Atlanta dan Chicago.

Survei ini menyusul laporan Departemen Perdagangan AS yang menunjukkan pesanan barang tahan lama turun satu persen pada Juni. Hasil tersebut jauh dari ekspektasi para ekonom, yang mengharapkan keuntungan di kisaran satu persen. Tetapi beberapa analis percaya terlalu pesimistis untuk memprediksi bahwa AS akan tergelincir ke dalam resesi.

"Kami tidak percaya dalam resesi double-dip di AS. Ekonomi global akan terus berantakan meskipun dan itu tidak latar belakang yang buruk bagi ekuitas global," kata Asia Pasifik kepala investasi Stephen Corry, untuk Merrill Lynch Wealth Management.

Bursa saham Tokyo turun pada hari Kamis (28/07) dengan aksi profit taking pada sesi sebelumnya, meski dengan loss yang terbatas oleh meningkatnya earnings dan revisi outlook dari Nippon Yusen dan perusahaan jasa pengiriman ternama lainnya.

Panasonic anjlok hingga 7.7% atas laporan perusahaan akan menambah modal untuk mengubah dua anak perusahaannya menjadi unit tersendiri.

Indeks Nikkei merosot 57.25 poin (0.59%) menjadi to 9696.02 menyusul perolehan pada hari Rabu 2.7%. Indeks Topix dari keseluruhan Tokyo Stock Exchange First juga turun hingga 4.24 poin (0.5%) menjadi 861.27, dengan 26 dari 33 subindeks ditutup di wilayah negatif.

"Pasar kemungkinan akan bergerak mundur saat ini dengan sepinya sinyal dan arah yang jelas", ungkap analis, menambahkan bahwa tema kenaikan potensi terjadi pada paruh kedua tahun fiskal.

Net profit Nippon Yusen menacpai dua kali lipat menjadi Y68 milyar dari Y35 milyar, dengan saham ditutup naik 5.0% menjadi Y358, sementara Kawasaki Kisan menambah 2.7% menjadi Y378.  Mitsui O.S.K. berakhir turun 0.5% menjadi Y602 setelah sempat naik mencapai Y623.


Sebuah survei baru dari Federal Reserve yang dirilis Rabu 28 Juli menemukan pertumbuhan ekonomi AS musim panas ini disertai sejumlah risiko. Dari 12 daerah yang disurvei The Fed, menghasilkan pertumbuhan yang stabil di Cleveland dan Kansas City, namun melambat di Atlanta dan Chicago. Kegiatan ekonomi di tempat lain juga bergerak perlahan.

Pengangguran yang tinggi dan kehati-hatian konsumen dan bisnis telah melamahkan pasar perumahan dan Wall Street. Manufaktur menguat di beberapa daerah, namun setengah dari mereka, yaitu New York, Cleveland, Kansas City, Chicago, Atlanta dan Richmond dilaporkan melambat dan flat.

 

 
© 1999-2010 PT Gatra Mega Berjangka (Money Mall). Hak cipta dilindungi Undang-Undang.